Sabtu, 21 Oktober 2017

Mengenal Tepung Terigu

Tepung Terigu
Terigu adalah tepung hasil dari bulir gandum yang telah melalui proses penggilingan.

Gandum pertama kali ditemukan di daerah Timur Tengah sebelum tahun 9600 SM dan dalam sejarah merupakan salah satu biji-bijian pertama yang ditanam oleh manusia secara besar-besaran. Sejalan dengan pertumbuhan & penyebaran populasi manusia, demikian juga gandum sebagai makanan pokok juga ikut menyebar ke seluruh penjuru dunia. Hal itulah yang kemudian memunculkan beragam varietas dan jenis gandum yang ada saat ini.
   
Saat ini, makanan berbasis terigu telah menjadi makanan pokok di banyak negara, bahkan di Indonesia dapat dijumpai beragam makanan yang terbuat dari terigu. Kandungan gizi yang tinggi, pengolahan yang mudah dan praktis, ketersediaan yang cukup, serta harganya relatif terjangkau, menjadikan makanan berbasis terigu merambah cepat ke berbagai negara.

Wheat technical properties

Selain mengandung banyak karbohidrat, terigu juga mengandung  protein dalam bentuk gluten. Kandungan gluten ini yang membedakan antara terigu dengan tepung lainnya. Gluten adalah suatu senyawa pada terigu yang bersifat kenyal dan elastis, yang berperan dalam menentukan kualitas suatu makanan yang dihasilkannya. Semakin tinggi kadar gluten, semakin tinggi kadar protein dalam terigu tersebut. Kadar gluten dalam terigu, sangat tergantung dari jenis gandumnya.

Agar kualitas makanan maksimal, hal yang harus diperhatikan adalah ketepatan dalam memilih jenis terigu. Terigu berprotein tinggi (12%-14%) tepat untuk pembuatan roti dan mie. Terigu dengan protein sedang (10.5%-11.5%) cocok untuk membuat aneka makanan seperti pastry/pie, bolu dan donat. Sedangkan untuk makanan yang renyah seperti gorengan, biscuit ,cookies ,wafer dan cake menggunakan terigu berprotein rendah.
   
Flour  Quality Parameters
Kualitas terigu dipengaruhi oleh moisture (kadar air), ash (kadar abu), dan beberapa parameter fisik lainnya, seperti water absorption, development time, stability, dan lain-lain.
   
Moisture
Moisture menunjukkan kadar air dalam terigu. Bila jumlah moisture melebihi standar maksimum maka dapat menurunkan daya simpan terigu, karena akan semakin cepat rusak, berjamur dan bau apek.

Ash  (kadar abu)
Kadar abu pada terigu mempengaruhi proses dan hasil akhir produk antara lain warna produk (warna crumb pada roti, warna mie) dan tingkat kestabilan adonan.

Water Absorption
Water absorption adalah kemampuan terigu untuk menyerap air. Kemampuan daya serap air pada terigu akan berkurang bila kadar air (moisture) terlalu tinggi atau tempat penyimpanan lembab. Kebutuhan Water Absorption sangat bergantung dari produk yang akan dihasilkan. Dalam pembuatan roti umumnya diperlukan water absorption yang lebih tinggi dari pada pembuatan mie dan biskuit.

Developing Time
Developing time adalah waktu yang diperlukan adonan untuk mencapai keadaan kalis pada saat diaduk. Bila waktu pengadukan kurang disebut under mixing yang berakibat volume tidak maksimal, serat/remah roti kasar, roti terlalu kenyal, aroma roti asam, roti cepat keras, permukaan kulit roti pecah dan tebal. Sedangkan bila kelebihan pengadukan disebut over mixing yang berakibat volume roti melebar/datar, roti kurang mengembang, serat/remah roti kasar, warna kulit roti pucat, permukaan roti mengecil, permukaan kulit roti banyak gelembung dan roti tidak kenyal.

Tips Menyimpan Tepung

Ketika menyimpan tepung, tutup rapat tepung dalam kantongnya. Jangan lupa siapkan penjepit khusus untuk kantong.
Masukkan ke dalam wadah kedap udara, lalu simpan dalam kulkas di bagian penyimpanan sayuran.

Tepung juga bisa langsung dimasukkan ke dalam wadah plastik atau kaca kedap udara dengan memastikan terlebih dahulu tidak ada air setetes pun di dalam wadah tersebut. Dan jangan menyimpan tepung di tempat yang terkena sinar matahari langsung atau pun terlalu panas, karena akan cepat sekali mengubah kualitas tepung.

Setiap membuka kantong untuk mengambil tepung, ambil jumlah yang diperlukan dengan sendok yang kering dan bersih lalu segera tutup kembali.

Sebaiknya jangan mencampur tepung yang sudah lama di dalam kontainer dengan tepung yang baru dibuka dari kemasannya. Kosongkan dulu tepung lama yang ada tersisa di kontainer, lalu baru masukkan tepung yang baru dibuka dari kemasan ke dalam kontainer tersebut.

@bogasari

Tips Membuat Martabak Manis

1.      Gunakan Terigu yang berprotein sedang contoh Segitiga Biru.

2.      Siapkan bahan – bahan lainya seperti Baking Soda (Soda Kue), gula pasir, garam, susu bubuk, telur ayam dan minyak goreng serta vanilli.

3.      Aduk seluruh bahan sampai rata kemudian saring dan didiamkan selama 1 jam.

4.      Setelah satu jam.

5.      Panaskan loyang martabak , pastikan jangan mempergunakan wajan anti lengket karena hasilnya kurang maksimal.

6.      Setelah panas merata, lalu kita tuangkan adonan martabak dan kita ratakan seluruh permukaan dengan menggunakan soup ledle ( Centong Sayur ) sampai berbentuk adonan tipis dipinggiran loyang.

7.      Kemudian diamkan hingga berbentuk sarang yang berongga -rongga rata.

8.      Lalu taburi gula pasir dan tutup loyang martabak dengan menggunakan penutup loyang martabak sampai adonan matang.

9.      Setelah matang angkat martabak dan polesi dengan mentega hingga rata dan beri isian sesuai selera martabak siap disajikan.

@bogasari

Agar Sponge Cake Lembut & Halus


Gunakan telur yang fresh dan tidak dalam keadaan dingin (suhu kamar)

Gunakan gula castor atau gula pasir yang butirannya halus, agar proses pengadukan lebih cepat dan mengahasilkan sponge yang soft dan remahnya halus

Lapisi loyang dengan kertas roti setelah dipoles dengan olex, atau margarine cair

 Suhu saat pemanggangan tidak boleh terlalu panas ± 1700 C atas dan bawah sekitar 27 - 35 menit.

Untuk memastikan adonan matang, tusukkan lidi yang bersih dan kering. ke dalam adonan, bila tetap kering dan tidak ada adonan yang menempel, berarti sponge sudah matang.

Bila ingin mengurangi telur maka tambahkan cairan (bisa berupa air, susu atau santan) dan jangan lupa tambahkan emulsifier atau bisa juga ditambahkan baking powder

@bogasari

Agar Roti Manis Awet

Ternyata cara menjaga roti supaya tidak berjamur sangat mudah sekali.

1.    Perbandingan terigu protein tinggi (Cakra Kembar) dan sedang (Segitiga Biru) adalah 3 : 1.

2.    Memasukkan garam dan margarine pada saat adonan kalis 60 %.

3.    Setelah potong timbang jangan terlalu lama didiamkan agar adonan tidak bau asam.

4.    Gunakan sarung tangan selama proses membuat, agar bersih dan tidak cepat berjamur.

5.    Jangan terlalu banyak memoles margarine setelah roti matang.

6.    Jangan menggunakan bahan isi yang masih hangat atau terlalu dingin.

7.    Untuk mencegah timbulnya jamur, kemas roti pada saat sudah dingin.

@bogasari

Menyimpan Leavening

Leavening atau bahan pengembang seperti baking powder, baking soda dan ragi jika telah digunakan dapat disimpan selama 6 bulan dalam wadah yang tertutup rapat setiap kali selesai menggunakannya.

Tips Memanggang Adonan

Jika anda hendak memanggang adonan cookies, cake, pastry atau roti di oven, perhatikan hal-hal berikut:

·         Panaskan oven saat hendak memulai produksi, agar saat memanggang suhu yang diinginkan telah tercapai.
·         Jika hanya membuat adonan dalam 1 loyang, letakkan pada bagian tengan oven agar proses pematangan merata.
·         Usahakan untuk tidak membuka tutup pintu oven agar panas oven stabil atau tidak keluar.

@bogasari