Tampilkan postingan dengan label Cerita Bayty Jannaty. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Bayty Jannaty. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 November 2017

Ketika Mencintai Tak Mesti Harus Bersama

Bismillah.
Kadang,  terjadi pada hidup kita.
قدر الله وماشاء فعل.
Yang semua itu terjadi atas takdir Allah dengan hikmah-Nya yang agung,  tidak ada yang semata-mata kebetulan.

Kadang,  terjadi pada hidup kita. Ditakdirkan oleh-Nya..
Melepas kepergian yang kita cintai,mengikhlaskan,  bukan karena kita tak lagi mencintainya. Tapi justru karena kita mencintainya karena Allah,  ingin dia mendapatkan yang terbaik, agar lebih baik lagi keadaanya daripada kita paksakan ego "tetaplah tinggal bersamaku,  aku mencintaimu... "

Misalnya?
Kita mengikhlaskan "kepergian" anak-anak kita untuk menuntut ilmu... Dari 24 jam,  mungkin waktu bersama kita cuma 5 jam..  Karena sisanya mereka istirahat (tertidur pulas karena sudah letih full day  di Ma'had -semoga Allah menjadikan mereka anak yang shalih shalihah)

Ada pula yang memang sudah waktunya mondok. Kalau peraturan ketat  atau pondoknya jauh,  belum tentu setengah tahun sekali bisa berjumpa...
Subhaanalah "Ummah mencintaimu Nak, ummah rela berpisah denganmu karena ingin bersamamu nanti di Jannah-Nya"

#Jangan menangis dulu

Pengorbanan. Disitulah kesabaran dalam mencintai diuji. Rindu itu pasti ada.  Butiran-butiran bening yang meleleh biarkan saja...
Insyaa Allah tidak akan sia-sia pengorbanan jika untuk Allah.

Ah, apalah arti kebersamaan di dunia ini?  Mau dipertahankan sekuat apapun,  perpisahan pasti tak terelakkan. Bukankah maut itu pasti?

#Mengangguklah

Harapan kita hanya kita gantungkan kepada Allah. Semoga yang kita cintai, selalu dalam penjagaan Allah. Di dunia ini terlebih di akhirat.
Semoga nanti...
Kebersamaan abadi bersama yang kita cintai karena-Nya bermuara di Jannah-Nya.
Disanalah sebaik-baik tempat tinggal. Tidak ada lagi keletihan,  tak ada air mata, bersama selalu dalam kebahagiaan tingkat tinggi.

اللهم إنا نسألك رضاك والجنة ونعوذبك من سخطك و النار

#Amin

*Semoga Allah menjagamu Brilly,  kami semua disini mencintaimu.
Terlebih aku.... Aku kan merindukan saat dirimu mengikutiku ketika aku keluar rumah...  Mengantarku  sampai gang ketika aku belanja pagi...
Semoga disana kau lebih baik Brilly....
Aku melepasmu bukan karna aku tak lagi menyayangimu...
Justru agar kau terawat dengan baik,  insyaa Allah...
Miss u my Persian cat...

Kami mencintaimu Brilly....

Bismillah.
Ketika kita berjumpa,  maka sadarilah,
Disitulah akan ada perpisahan
Sama,
Saat dimana ada kebersamaan
Disitulah akan ada kata tak lagi bersama
Itulah DUNIA
Tidak ada yang abadi...
Senyuman, tawa...
Akan berganti dengan tangis,  derai airmata
Itu sudah pasti
Akan silih berganti
Yang penting untuk dipikirkan
Dan diusahakan adalah
SABAR
dan
SYUKUR
Apapun keadaanmu,

#Semoga Allah menjagamu Brilly...
Dimanapun kamu tinggal,
Meski tak lagi bersama kami
Kami semua mencintaimu karena Allah

Brilly adalah Kucing persia pemberian teman kami.
Lama bersama kami Dan mini harus berpisah bersama kami karena suatu hal.
Kakak menangis,  si sulung yang  sifatnya sama denganku,  lelaki kecilku yang sering tak mampu menahan airmata....
Maafkan ummah Nak,  ummah berharap Brilly bisa dirawat lebih bail...  Insyaa Allah.

Rabu, 28 Oktober 2015

Bacalah: Al Baqarah: 216

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Teringat seorang ibu yang memberikan ayat ini kepada putrinya yang berada di Fiyusy, Yaman. 
saya berkata waktu itu kepada ibu tersebut "Beruntungnya Fulanah mempunyai Ibu seperti Anda.." kurang lebih demikian. 

Karena disaat Fiyusy diterpa badai Fitnah, seorang ibu-yang sedang merindukan putri dan cucunya ini- menghadiahkan sebuah ayat yang sangat mengena dihati.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan  boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Dan betapa banyak hal yang tidak menyenangkan dalam hidup ini. Sumpek, kecewa, dan sekian beban hati dan fisik yang rasanya berton-ton yang menghasilkan tak lebih daripada keluhan. Lalu menangis.

Subhaanallah!
Sungguh picik sekali mata saya Ya Rabb. Memandang yang sakit, yang tidak mengenakkan, yang terasa berat dan sekian keluhan sebagai beban. Padahal jelas ayat ini:

 وَعَسَىٰ أَن تَكْرَ‌هُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ‌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ‌ لَّكُمْ ۗ وَاللَّـهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ ﴿٢١٦


“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan  boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)


Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui ya Rabb. Jangankan apa yang saya ucapkan, yang tersebersit di hati saja Engkau Mengetahui-Nya. Innaka 'Aliimun bidzaatish shuduur.

Ajari saya untuk bersyukur ditengah kepedihan hati saya ya Rabb, karena tidak ada pilihan bagi saya selain bertahan...
Berilah taufiq saya untuk selalu mengingat-ingat ayat ini disaat segala yang tidak saya sukai datang ya Rabbb, 
untuk senantiasa bersyukur dalam keadaan apapun...

karena Engkau-lah satu-satunya penolong hamba.
hasbiyallah wa ni'mal wakil, ni'mal maula wa ni'man nashir...

Senin, 10 Agustus 2015

Hikmah dibalik Kisah Kepiting Asam Manis

Bismillah
Siang itu kakak Abdullah  dan kak Abdurrahman baru saja pulang sekolah.
Terdengar suara mereka, sedangkan saya masih sibuk menumis Sea Food Kepiting Asam Manis...
Icip2 terpesona dengan rasanya, excited banget karena pertama eksekusi kepiting.. Tak sekedar berhasil tapi maa syaa Allah,rasanya Nikmat sekali..
Alhamdulillah.. Lidah ini masih diberi kesempatan mengecap rasa dengan sempurna hingga saat ini, Allahu Akbar!

Dan seperti biasa...
Pulang sekolah sambil masak sambil membimbing kedua jagoanku utk mandiri, meletakkan tas ditempatnya, ganti baju, cuci tangan Dan kaki lalu menunggu makan siang...

Diantara menyiapkan makan siang itulah...
Pertamanya kakak Abdullah yang keluar rumah, lalu ketika Ummi memanggil Dari Dapur, rupanya dia segera kembali kedalam rumah.
"Pulang sekolah tidak boleh main diluar, waktunya makan siang lalu istirahat tidur siang" demikian peraturan rumah Kami.

Lalu sikecil, yang ketiga, yang perempuan, yang tercantik setelah saya -narsis-. 'Aisyah namanya, tak terdengar suaranya Dari Dapur. Saya pun menyuruh kedua jagoan saya itu utk mencari adiknya, barangkali bermain diluar, saya minta ajak masuk-selain waktunya makan, siang terasa panas mengenai kepala- waktu yang sangat tidak tepat utk bermain diluar.

Lama.
Beberapa menit berlalu.
Saya masih didapur juga, sambil tak berhenti menyuruh kakak agar memanggil adiknya-'Aisyah-
"'Aisyah nggak ada Mi, paling sudah main jauh"
Prasangka saya baik-baik saja meskipun saya selalu khawatir jika ke-3 yang kusayang bermain diluar rumah.

"Hayo dicari adiknya.."
Pinta saya tapi tak membuat ke2 putra saya beranjak. Abdurrahman sdh mulai sibuk dengan sepiring nasinya.

Sampai terdengarlah suara orang asing Dari luar, memanggil2:
"Mana ibu? Mana Ummi?"

Rame-rame.
Saya masih didapur tdk langsung keluar karena dlm keadaan belum memakai hijab.
Sambil khawatir Dan sekian perasaan yang berkecamuk..
_membayangkan terjadi sesuatu pada putriku yang kucintai.._
"Hayuk kakak tolong ambilkan hijab Ummi, tolong nak, cepat, itu Pak RT sedang menunggu ini,cepat.."

Dari luar suara pak RT terus memanggil manggil saya dengan Nada terburu2.

Abdullah berhasil mengambilkan hijab saya, lalu dengan cepat saya menemui Pak RT.

"Mbak,ini tadi anaknya nyebrang jalan sendirian..bla..bla..."

Saya meminta maaf sebelum beliau pergi.
Lalu saya pandangi 'Aisyah dengan haru biru.

Jalan Propinsi arah Malang-Batu.
Yang tentu saja ramai setiap saat.
Yang tentu BUKAN sepeda ontel yg lewat tapi bus-bus pariwisata, truk, Mobil, sepeda motor..
Yang kalau saya nyebrang saja harus EXTRA HATI2 Dan menunggu lama utk memastikan saya bisa nyebrang dengan aman,insyaa Allah.
Jalan itulah yang disebrangi 'Aisyah..

Subhaanallah!
Allahu Akbar!
"Alhamdulillah Nak.. Alhamdulillah.. Alhamdulillah kamu dijaga Allah..."
الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات..
Allah adalah sebaik2 penjaga.
'Aisyah dijaga Allah, dilindungi Allah tanpa kekurangan sesuatu apapun...

Hati saya tetap seperti dihantam badai.
Membayangkan kengerian demi kengerian..
Tapi Allah ar Rahmaan..
Dia Ar Rahiim.
Campur aduk.
Antara bahagia krn 'Aisyah selamat -baik2 saja- Dan antara membayangkan apa yg terjadi jika sebaliknya.

Saya menangis.
Menangisi keteledoran diri pribadi saya.
Abu abdillah -suami sekaligus bapaknya anak2- hanya menutup pagar tanpa menggemboknya, lalu segera pergi ke klinik krn sudah ditunggu pasien-

Lalu keluar kakak2 nya membuka pagar, main sebentar diluar lalu kembali kedlm rumah ketika saya panggil Dari Dapur, qaddarullah diam2 'Aisyah keluar ...

Saya masih didapur.
Demikian lah awalnya bgmn sampai 'Aisyah bisa keluar tanpa pengawasan.

Intinya, keteledoran orangtuanya.
Walhamdulillah...
Hikmahnya Kami harus benar2 protect utk menggembok pagar.
Biarlah mereka membuat rumah tak pernah bersih -bermain berksplorasi- asal tetap dlm pengawasan saya.

Dan memang inilah musibah.
قدر الله و ما شاء فعل
Apa yg Allah kehendaki pasti terjadi.

Padahal BUKAN kebiasaan Kami membiarkan anak main diluar.
Saya adalah orang yang paling cerewet Dan melarang anak2 main diluar rumah.

Tapi itulah takdir Allah.
Disaat saya didapur,
Disaat saya kira 'Aisyah main disekitar halaman rumah..
Disaat itulah takdir Allah terjadi
Hikmahnya,...
Menambah RASA SYUKUR yang tak terhingga..
Memahami meyakini bahwa Allah, Dia-lah Rabb sebaik-baik penjaga....

Jalan segitu besarnya..
Sangat ramai,.
Lalu lalang kendaraan besar..
Lalu menyeberang seorang balita 3 tahun,
Lalu Allah selamatkan dia!
Allahu Akbar!

"'Aisyah.. Putriku, innii uhibbuki fillah Nak"

Pesan:
Hati2 ummahat fillah, ibu-ibu, para bunda ..jagalah buah hati Anda..dengan sebaik2 nya.
Baarokallahufyk

Senin, 27 Juli 2015

Ketemuan dengan Saudari Fillah dari Sorowako,

Alhamdulillah...
Dipertemukan Allah dengan seorang saudari yg jauh di sorowako,
Ummu Khalid حفظها الله
Nggak jadi nyonya rumah,
Sengaja milih ketemuan dirumah Ummu Shofiyah krn disana gudangnya makanan enak!! Owner DapoerUmmi Malang,
Pertama dtg disuguhi nasi goreng Arema yg nendang bingitz rasanya!
Maa syaa Allah,. Zein!!
Lagi proses masak sop ayam plus diangetin ayam lodho khas trenggalek... Maa syaa Allah!! LAdziedz..
الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات...
جزاكم الله خيرا
Ummu shofia atas jamuan dan sangu sop plus biskuit gandumnya,
بارك الله فيك...
Wa ummu Kholid atas oleh2 snack sorowakonya,
بارك الله فيك...
Dan teruntuk suami sayang..
Yang sedang ngebut -dinanti pasien klinik yang butuh pemeriksaab cek lab- ketika aku menuliskan ini..
Maafkan aku sudah merepotkan Antum,
Semoga pasiennya bersabar menunggu,
قدر الله و ماشاء فعل....
إني أحبكم في الله...

Baarokallahulak wa baaroka 'alayk wajama'a bayna kumaa ful khoyr..

Bismillah
Maafkan aku dek...
Disana banyak yang tdk sesuai syariat,
Sehingga aku memilih utk tak datang,
Semoga bahagia Dek...
Semoga Allah memberi hidayah dan taufiq kpd kita semua,
إني أحبك في الله يا أختي صغير